Layanan

Gusti Maulita Indriyana, S.Si., Apt

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Rayhana, SH

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Naillah, A.Md

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Dri Waskitho, S.Si, Apt

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Yusinantika Metta Prawitasari, S.K.M

Layanan Informasi dan Pengaduan

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Yuyun Purwaningsih, S.Farm., Apt

Layanan Sertifikasi

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Aniqa Meilani Rahiemna, S.Farm., Apt

Layanan Sertifikasi

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Rini Sahrida Lestari, S.Si

Layanan Sertifikasi

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Sri Mahdariati, SKM

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Ghea Chalida Andita, S. Farm., Apt

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Annisa Dyah Lestari, S.Farm, Apt., M.Pharm.Sci

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Farhanah, S.Far., Apt

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Rivai Endra Dwi Yulianto, S.Farm., Apt

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Artie Noor Pratiwi, S.Farm., Apt

Layanan Pengujian

  • Senin - Jumat
  • Senin - Kamis 08.00 - 16.30 WITA, Jumat (08.00 - 16.30 WITA)

Tips aman konsumsi obat tradisional yaitu

  1. Ingat selalu Cek KLIK
    • Pastikan KEMASAN dalam kondisi baik
    • Baca informasi produk yang tertera pada LABEL
    • Pastikan produk memiliki IZIN EDAR BPOM
    • Tidak melebihi tanggal KEDALUWARSA
  2. Cek informasi Public Warning/Penjelasan Publik Obat Tradisional yang mengandung BKO melalui https://e-penjelasanpublikotsk.pom.go.id/ dan aplikasi BPOM e-Penjelasan Publik OT&SJK.
  3. Jika masih ragu hubungi HALO BPOM atau layanan informasi dan pengaduan BBPOM di Banjarmasin
    • Telp : 0511-3305115
    • Wa : 085245004884
    • SMS : 085251688949
    • Fb : Bbpom Banjarmasin
    • Ig : bpom.banjarmasin
    • Subsite : banjarmasin.pom.go.id

Mengonsumsi obat tradisional bisa menjadi pilihan  dalam membantu memelihara Kesehatan, namun pastikan obat tradusional yang dikonsumsi aman. Obat tradisional yang mengandung BKO, terdapat ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Pada kemasan menampilkan kemasan vulgar dan memberikan kesan tidak sopan untuk jenis obat tradisional Sehat/Kuat Pria.
  2. Mencantumkan klaim berlebihan seperti menyembuhkan bermacam-macam penyakit. Ini biasa terdapat pada jamu Pegal Linu, yang mengklaim mengatasi pegal linu, nyeri sendi, asam urat, kolesterol, darah tinggi, rematik. 
  3. Menawarkan efek yang cespleng/instan, biasanya terdapat pada jamu Pelansing yaitu terdapat tulisan ‘dijamin manjur, 10 kg dalam 1 minggu!’.

Jamu dikatakan cespleng atau memiliki efek cepat/instan disebabkan adanya bahan kimia obat (BKO) yang ditambahkan ke dalam produk obat tradisional. Penambahan ini tanpa memperkirakan dosis atau aturan pakai sehingga sangat berbahaya bagi tubuh. 
Bahan kimia obat yang sering ditambahkan pada obat tradisional batuk pilek adalah Efedrin HCl dan Pseudoefedrin HCl. Gejala yang ditimbulkan apabila mengonsumsi Efedrin HCl dan Pseudoefedrin HCl tanpa dosisi yang sesuai adalah pusing, iritasi lambung, reaksi alergi (ruam dan gatal), dan pembengkakan (mulut, bibir dan wajah).

 

Obat ilegal ada 3 macam

  1. Obat Tanpa Izin Edar (TIE). Yaitu obat yang tidak memiliki izin edar, sehingga tidak terjamin keamanan, khasiat dan mutunya.
  2. Penjualan obat tanpa kewenangan dan keahlian. Obat keras hanya boleh dibeli dengan resep dokter pada fasilitas pelayanan kefarmasian. Penggunaan obat keras tanpa pengawasan tenaga Kesehatan dapat membahayakan Kesehatan. 
  3. Obat palsu. Obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar.

Tips menyimpan obat stok obat di rumah dengan benar, agar obat tetap aman, berkhasiat dan bermutu :

  1. Baca petunjuk penyimpanan obat dalam kemasan.
  2. Selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat. 
  3. Sediakan wadah penyimpanan dan pisahkan berdasarkan golongan (bebas, bebas terbatas dan keras).
  4. Simpan obat dalam kemasan asli
  5. Hindari menyimpan obat di tempat yang lembab, suhu tinggi dan terpapar sinar matahari langsung
  6. Jauhkan dari jangkauan anak kecil

Obat yang telah kedaluwarsa, tidak digunakan, rusak dan terkontaminasi sebaiknya dibuang sesuai bentuk sediannya, yaitu :

  • Produk sirup dan cairan obat luar
    1. Periksa apakah terdapat endapan, jika terdapat endapan, tambahkan air lalu kocok hingga larut.
    2. Tuang cairan ke dalam plastik.
    3. Tambahkan barang yang tidak enak seperti ampas kopi atau tanah.
    4. Tutup plastik dengan rapat dan buang ke tempat sampah.
    5. Rusak label pada kemasan botol dengan menyobek atau mencoret.
    6. Buang kemasan botol tersebut ke tempat sampah.
  • Produk tablet, pil, puyer, kapsul, salep dan krim
    1. Pisahkan obat dari kemasan
    2. Rusak label untuk menghilangkan identitas
    3. Hancurkan obat dan campur dengan barang yang tidak enak (ampas kopi atau tanah)
    4. Masukkan ke dalam wadah tertutup lalu buang ke tempat sampah

Contoh klaim yang dilarang dalam kosmetika

  1. Tidak membuat kulit alergi dan iritasi 
  2. Mengencangkan kulit, dagu dan otot
  3. Memutihkan kulit
  4. Menghilangkan bitnik hitam pada wajah
  5. Mencegah dan menghilangkan keriput
  6. Menghilangkan jerawat
  7. Mencegah/mengurangi/menghentikan/memperlambat penuaan
  8. Membuat kulit semakin muda

Kosmetik boleh menampilkan iklan sepanjang memenuhi peraturan dan mengandung kebenaran dan kejujuran produk yang diiklankan. 
Contoh Bahasa yang DILARANG dalam iklan kosmetika :

  • mengobati, menyembuhkan atau kata/kalimat bermakna seolah-olah mengobati penyakit.
  • tidak berbahaya, tidak ada efek samping, ampuh atau yang bermakna sama . 
  • kata-kata superlative seperti paling, nomor satu, top, atau kata-kata berawalan ter dan/atau yang bermakna sama, kecuali jika disertai dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • halal jika belum mendapat sertifikat halal.
  • 100%, murni, asli atau yang bermakna sama kecuali jika disertai dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • satu-satunya, hanya, cuma, atau yang bermakna sama, kecuali jika disertai dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan
  • aman atau yang bermakna sama tanpa disertai keterangan yang obyektif dan dapat dibuktikan. 

 

Jenis kosmetika ilegal :

  1. Kosmetika tanpa izin edar. Yaitu kosmetika yang tidak memiliki izin edar, sehingga tidak terjamin keamanan, khasiat dan mutunya.
  2. Kosmetika mengandung bahan berbahaya/dilarang. Kosmetika yang mengandung bahan berbahaya/dilarang seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoate dan bahan berbahaya lainnya dalam kosmetika.
  3. Kosmetika palsu. Kosmetika yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak atau produksi kosmetika dengan penandaan yang meniru identitas kosmetika lain yang telah memiliki izin edar

Berdasarkan Peraturan Badan POM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, Minuman siap konsumsi yang mencantumkan keterangan "Pilihan Lebih Sehat" dilarang menggunakan bahan tambahan pangan pemanis, mencakup BTP pemanis alami dan BTP pemanis sintetik

Berdasarkan Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan pada Lampiran Bagian B, formalin/ formaldehida (Formaldehyde) merupakan senyawa yang dilarang ditambahkan dalam pangan olahan.

Izin edar untuk beras fortifikasi dapat didaftarkan di Kementerian Pertanian

Berdasarkan PerBPOM No.7 tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang Dalam Pangan Olahan, pasak bumi / tongkat ali (Eurycoma longifolia Jack.) dilarang digunakan dalam pangan. Berdasarkan PerBPOM No.7 tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang Dalam Pangan Olahan, pasak bumi / tongkat ali (Eurycoma longifolia Jack.) dilarang digunakan dalam pangan.

  1. Pemohon sppirt login ke sistem OSS atau datang ke DPMPTSP
  2. Input kelengkapan data di OSS (untuk mendapatkan NIB)
  3. Membuat permohonan UMKU untuk SPP-IRT
  4. Klik link pemenuhan komitmen di OSS sehingga akan diarahkan ke aplikasi sppirt.pom.go.id untuk pengajuan produk baru
  5. Pemohon tidak perlu login di aplikasi sppirt.pom.go.id apabila data NIB sudah tersimpan di aplikasi SPP-IRT. Pemohon dengan data NIB belum pernah terdaftar dalam aplikasi sppirt.pom.go.id wajib melengkapi data di sppirt.pom.go.id
  6. Pemohon menginput data produk, mengunggah rancangan label dan pernyataan komitmen
  7. Permohonan sppirt secara otomatis akan divalidasi oleh sistem dan No P-IRT akan tergenerate secara otomatis dari data yang diinput oleh pelaku usaha
  8. Penerbitan SPPIRT (dalam waktu 1 hari)

Pangan olahan yang akan didaftarkan harus memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi meliputi:

a. parameter keamanan, yaitu batas maksimum cemaran mikroba, cemaran logam berat dan cemaran kimia;
b. parameter mutu, yaitu pemenuhan persyaratan mutu sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku; dan
c. parameter gizi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan

Selain itu, pangan olahan yang akan didaftarkan harus memenuhi persyaratan label, cara produksi pangan olahan yang baik, cara distribusi pangan olahan yang baik, dan cara ritel pangan olahan yang baik

Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) merupakan salah satu perizinan berusaha yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang diwajibkan bagi Pedagang Besar Farmasi. Ketentuan yang harus dipenuhi oleh PBF tersebut mengacu pada Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik sesuai dengan Peraturan Kepala Badan POM No. 6 tahun 2020. 
Sertifikat Good Distribution Practices (GDP) dari lembaga sertifikasi bersifat umum untuk sarana yang ingin mendapatkan penilaian sesuai ruang lingkup pengajuan sertifikasinya. Hal ini tidak diwajibkan bagi suatu sarana termasuk Pedagang Besar Farmasi dan tidak pula ada larangan jika sarana ingin berproses memperoleh Sertifikat GDP.

Pendaftaran pangan olahan diajukan secara terpisah, apabila memiliki perbedaan dalam hal:

a. jenis pangan;
b. jenis kemasan;
c. komposisi;
d. nama dan/atau alamat sarana produksi di wilayah Indonesia;
e. nama dan/atau alamat sarana produksi asal di luar negeri;
f. nama dan/atau alamat importir/distributor; atau
g. rancangan label.

Contoh:
1. Pengajuan produk yang memiliki beberapa jenis varian rasa (misalnya rasa anggur, rasa jeruk, rasa strober, dll) dilakukan untuk masing-masing varian. Jika dalam satu kemasan produk terdapat berbagai varian rasa (assorted), dapat didaftarkan juga dalam satu pengajuan.
2. Untuk produk dengan beberapa ukuran gramasi (50 g, 100 g, 250 g, dll) dalam satu varian produk dengan desain label dan jenis kemasan yang sama, dapat didaftarkan dalam satu pengajuan.

Karena kedaluwarsa obat tersebut belum terlewati, maka obat tersebut masih digunakan dengan syarat:
  1. Penyimpanan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan obat (tertutup rapat, sejuk dan kering atau dalam lemari es, sesuai dengan waktu yang ditentukan produsen, seperti untuk sirup kering yang telah diencerkan  maka maksimal penyimpanannya 7 (tujuh) hari dalam lemari es, misalnya Amoxicillin sirup, Cefixime sirup
  2. Tidak ada perubahan fisik, seperti perubahan warna, bau, rasa dan kekentalan (pada obat dengan bentuk sediaan sirup).
  3. Diketahui kapan kemasan tersebut pertama kali dibuka. Pada brosur obat tercantum informasi berapa lama obat dapat digunakan setelah kemasan dibuka.
  4. Agar diperhatikan jenis obat sirup yang akan dikonsumsi. Jika obat sirup tersebut golongan antibiotika maka tidak boleh digunakan karena penggunaan antibiotika harus sesuai indikasi hasil lcohol penyakit oleh dokter, dan sesuai dengan posologinya.

Nomor notifikasi kosmetika berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun

Bentuk sediaan kosmetika saat ini sesuai Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.02.12.20.428 tahun 2020 tentang Penetapan Bentuk Sediaan Kosmetika, yaitu:

  1. Padat;
  2. Serbuk;
  3. Setengah padat;
  4. Cairan; dan
  5. Aerosol

  1. Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau  diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib memiliki PB-UMKU. 
  2. PB-UMKU juga wajib untuk :
            a. Pangan yang ditujukan untuk uji pasar; dan/atau
            b. BTP

Jadi alur pengurusan perijinan yang harus dimiliki industri kosmetika sebelum melakukan notifikasi yaitu:                                                                                 

  1. Persetujuan denah bangunan industri kosmetika
  2. Sertifikat CPKB; dan/atau 
  3. Sertifikat Pemenuhan Aspek CPKB

Jamu : Keamanan dan kemanfaatan dibuktikan secara empiris
OHT : Keamanan dan kemanfaatan dibuktikan secara ilmiah melalui uji pra klinik
Fitofarmaka : Keamanan dan kemanfaatan dibuktikan secara uji klinik

a. Diproduksi oleh industri rumah tangga Pangan;

b. Mempunyai masa simpan kurang dari 7 (tujuh) hari;

c. Diimpor dalam jumlah kecil untuk keperluan:

    1. Sampel dalam rangka pendaftaran;

    2. Penelitian;

    3. Konsumsi sendiri;

d. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir;

e. yang dikemas dalam jumlah besar dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir;

f. pangan yang dijual dan dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil sesuai permintaan konsumen;

g. pangan siap saji; dan/atau

h. pangan yang hanya mengalami pengolahan minimal (pasca panen) meliputi pencucian, pengupasan, pengeringan, penggilingan, pemotongan, penggaraman, pembekuan, pencampuran, dan/atau blansir serta tanpa penambahan BTP, kecuali BTP untuk pelilinan.

Sarana